Subasic Mengetahui Masalah Yang Ada di PSG

Zlatan Ibrahimovic

Danijel Subasic yang merupakan kiper Monaco telah mengakui perbedaan masalah yang ada di Paris Saint-Germain dari masa lalu dan tim musim ini sangat  jelas, kerena tidak adanya sosok Zlatan Ibrahimovic.

Dengan adanya Ibrahimovic sebagai ujung tombak mereka, PSG mampu memenangkan gelar selama empat musim terakhir, namun pemian itu lebih memilih untuk bermain bersama Manchester United yang bertepatan dengan perjuangan mereka di musim 2016-17.

Inilah Masalah Yang Terjadi di PSG

Zlatan Ibrahimovic

Ibra yang terus menujukkan perkembangnannya di Manchester United mampu memberikan sebuah gol

Pada separuh musim ini tim asuhan Unai Emery menduduki peringkat ketiga, yang berselisih lima poin di belakang OGC Nice yang berada di puncak klasemen sementara dan tiga  tim ini terus bersaing untuk bisa meraih gelar Ligue 1 termasuk dengan tim Subasic saat ini.

Dan pemain tim nasional Kroasia itu mengatakan akhir musim ini Paris memiliki masalah yang berdampak buruk.

“Akan ada kejadian apa di PSG? Tidak ada Ibra, tidak ada pesta!” ujar kiper tersebut kepada media sambil tertawa.

“Anda tidak harus bisa menjadi seperti dia, yang mampu mencetak 30 gol dan 15 assist ditiap musimnya, yang  Anda harus lakukannya adalah menghormatinya.”

“Pada musim lalu  PSG mengakhiri kompetisi dengan mengemas 30 poin di depan kami dan berharap jika Ibra dapat bermain bersama kami, maka Monaco bisa menjuarai Liga.”

Tim yang saat ini berada di puncak teratas klasemen memiliki striker kontroversial Mario Balotelli yang terus menunjukkan perkembangannya, dengan mengumpulkan delapan gol dari sembilan pertandingan telah membantu timnya menduduki peringkat teratas, namun Subasic menertawakan pemain Italia itu yang tidak bisa layaknya Ibrahimovic.

“Apakah Balotelli merupakan Nice dari Zlatan? Itu takkan pernah terjadi, apalagi mendekati. Dia merupakan sosok pemain yang hebat, akan tetapi tidak bisa disamakan dengan Ibra,” kata Subasic.

Emery Mempertimbangkan Masa Depan Jese di PSG

Jese Rodriguez

Jese Rodriguez yang di kasih kesempatan bermain oleh pelatih PSG

Unai Emery sebagai pelatih di Paris Saint-Germain telah mengatakan bahwa kemungkinkan Jese Rodriguez akan meninggalkan klub, yang kabarnya dia akan ke klub kota kelahirannya bersama Las Palmas.

Mantan penyerang Real Madrid,  Jese yang bergabung dengan tim juara Perancis dengan biaya sebersar € 25 juta dan menandatangani kontrak selama lima tahun pada bulan Agustus, tetapi tidak pernah mendapatkan waktu bermain dengan lama di bawah Emery.

Pemain yang saat ini berumur 23 tahun tersebut baru memulai satu pertandingan di Ligue 1, dan bermain sebanyak delapan kali meski hanya menjadi pemain pengganti dan telah menyumbangkan satu gol untuk klubnya.

Selain klub asal kelhairannya, Jese juga telah dikaitkan dengan Liverpool dan Roma, dan Emery baru menyadari kepindahannya ke PSG belum bisa menunjukkan apapun seperti yang diinginkan pelatih.

“Jese ingin bermain. Ketika dia saya memasukkan dia kedalam skuad , saya merasa senang karena dia mampu bekerja dengan sangat baik dan bisa memberikan pengaruh postif kepada tim,” ujar Emery kepada media.

“Namun sulit baginya untuk mendapatkan waktu bermain terus-menerus yang memberinya rasa percaya diri.”

“Maka kami sudah membicarakan semua itu dan kami akan menganalisisnya kembali usai liburan, semua itu untuk bisa menjadi yang terbaik untuk tim dan juga baginya, mengingat apa yang akan membantu dia dapat terwujud sebagai pemain sepakbola.”

PSG yang mendarangkannya dari Julian Draxler ternyata tidak sesuai yang diharapkan oleh klub, karena Jese untuk bermain di skuad utama masih diragukan dan, berbicara pada bulan lalu, CEO Nasser Al-Khelaifi menunjukkan kesediaan untuk memungkinkan dia hengkang dari klub.

Al-Khelafi mengatakan kepada Le Parisien: “Emery mengatakan kepada saya sesuatu yang sangat benar yang juga menjadi bagian dari pikiran saya.”

“Dia berkata, ketika terjadi kesalahan, lebih baik untuk mencoba untuk memperbaikinya daripada mencoba untuk hidup dengan itu.”

“Jadi, jika kita telah membuat kesalahan, kami akan mencoba untuk memperbaikinya. Jadi pintu tidak akan tertutup.”