Dorgba Mengisyaratkan Pulang Kembali ke Marseille

Didier Drogba

Didier Drogba mengatakan jika dirinya berkeinginan untuk bisa kembali ke Marseille dan menerima tawaran untuk bergabung dengan klub asal Ligue 1 tersebut.

Pemain berusia 38 tahun itu,  bebas agen setelah meninggalkan Montreal Impact dan dia pun juga dikaitkan atas kepindahannya ke Chelsea sebagai asissten pelatih.

Drogba Tidak Berniat Pensiun

Didier Drogba

selebrasi Drogba setelah mencetak gol, saat bermain di Chelsea

Namun Drogba, telah menegaskan bahwa dia tidak ingin gantung sepatu, yang mengisyaratkan kembali ke mantan klubnya, di mana dia pernah mencetak 32 gol dalam satu musim sebelum pindah ke Stamford Bridge pada tahun 2004.

“Saya memikiki pilihan untuk bisa bermain di Perancis, sebelum saya memberikan penolakkan,” ujar striker, yang telah menyatakan minat akan kembali ke Marseille yang sempat berkarir disana, kepada media.

“Saya berharap untuk bisa memenuhi janji saya suatu hari untuk berada di Marseille kembali. Anda membutuhkan waktu luang untuk duduk dan berbicara mengenai hal tersebut.”

“Saya akan kembali ke Marseille? Itu merupakan pertanyaan yang ternyiang dipikiran saya sejak 12 tahun hingga kini. Saya selalu menjawabnya setiap kali orang-orang yang mengatakan kepada saya.”

“Tetapi anda membiarkan pemain pergi, dia membuat hidup saya menajdi baik secara finansial lebih dari itu, dan sekarang anda ingin dia kembali dan membagi gajinya. Dan setelah itu, anda mengatakan dia tidak suka Marseille. Siapa yang bekerja untuk mendapatkannya? Tidak ada.”

“Saya memiliki keinginan untuk kembali, tapi sebagai pemain. Saya bahkan sudah melakukan apa yang saya lakukan untuk bisa mencapainya. Tetapi, saya tidak mengambil keputusan begitu saja untuk bisa kembali disana.”

“Saya ingin terus tampil di tiap pertandingan. Saya masih memiliki kedua kaki dan saya layaknya anak kecil yang ingin bermain bola. meski Lutut saya mendapat sedikit masalah, namun saya merasa baik. Mengapa saya harus berhenti?”

Perjalanan Drogba Saat di Marseille

Didier-Drogba

gaya Drogba seteleh membuat gol untk Galatasaray

Meski Dorgba bermain selama semusim bersama Marseille, namun dia begitu peran selama karirnya disana. Karena, Pemain tersebut tampil gemilang di klub asal Ligue 1 tersebut. Itulah peluang Drogba untuk bisa memakai jersey Chelsea kala itu.

Ketertarikan The Blues mendatangkan Drogba, karena pemain itu telah menghasilkan 31 gol dari 53 laga di tahun 2003/2004. Lalu, Drogba berkarir di Chelsea dalam kurun waktu yang cukup lama pada tahun 2004/2012.

Setelah dirinya hengkang dari Chelsea, Drogba kemudian bermain untuk klub asal Tiangkok bersama klub Shanghai Shenhua pada tahun 2012 sampai 2013, dan melanjuti karirnya ke Galatasaray di tahun 2013/2014.

Dan kembali ke Chelsea pada musim 2014/2015. Kontrak yang habis dan tidak diperpanjang oleh pihak The Blues, Drogba menerima tawaran yang diberikan oleh Montreal Impact.

Selama berkarir di Major League Soccer (MLS), saat ini dia tidak bermain di klub manapun usai kontraknya tidak diperpanjang.

Dengan hal tersebut, Marseille berpeluang untuk mendapatkan jasa Drogba, yang pernah berkarir, sebelumnya dirinya bermain di Chelsea.

Meski diusianya yang sudah tidak muda, Drogba masih ingin terus bermain dan menkankan jika dirinya tidak ingin gantung sepatu. Dengan tekad yang dimiliki dia harus membuktikan kualitasnya untuk bisa kembali ke mantan klubnya Marseille.

Drogba akan memberikan kemampuan yang dimilikinya untuk bisa memabntu tim yang dibelanya, jika musim ini sang pemain diberikan tawaran kembali dengan klub lamanya, maka dia akan segera menerima klub tersebut.

Untuk bisa mencetak banyak gol diumurnya saat ini, memang sulit untuk Drogba. Namun, dia harus optimis untuk bisa kembali mencetak gol untuk tim yang dibelanya nanti.

Hazard: Saya Seperti Hantu musim lalu

Eden Hazard

Eden Hazard memberikan pengakuan bahwa dia adalah sosok seperti hantu selama kompetisi yang sulit bersama Chelsea di 2015-16. Dan ingin mengembalikan peforma sekaligus reputasinya di musim ini.

Pemain kebangsaan Belgia itu mendapatkan gelar Pesepakbola Profesional ‘Association Player of the Year dan bernama Football Writers’ Association Footballer of the Year ketika itu dibawah kepemimpinan Jose Mourinho yang menyandang dua gelar musim lalu.

Hazard Siap Unjuk Kualitas Musim Ini di Chelsea

Eden Hazard

Hazard yang memberikan salam jempol kepada fans Chelsea, dimana dirinya akan digantikan oleh pemain lain di sebuah laga.

Akan tetapi, kinerja Hazard kemudian menurun drastis di masa lalu dan dia tidak bisa mencetak gol di Liga Premier hingga April tahun lalu, sekaligus pemecetan Mourinho dari Stamford Bridge yang hanya sampai 16 pertandingan yang berada di peringkat ke-10 klasemen Liga Inggris.

Namun, pemain berusia 26 tahun itu telah kembali menunjukkan kualitas terbaiknya yang dimiliki saat ini  di The Blues yang di tangani oleh Antonio Conte dan dia bertekad untuk merebut kembali posisinya untuk bermain terus menerus di tiap pertandingannya sebagai starter.

“Dua tahun yang lalu saya merupakan pemain yang terbaik, namun ketika musim lalu saya merasa seperti hantu,” ujarnya kepada media. “Saya berharap bisa kembali ke peforma terbaik lagi dan memenangkan gelar kembali.”

Hazard, yang dicadangkan ketika timnya bermain dalam kemenangan Piala FA dengan hasil 4-1 atas Peterborough pada hari Minggu, memiliki terkad untuk bisa mencapai final di Wembley dalam melengkapi koleksi medali di Inggris.

“Liga ini sangat penting, tetapi Piala FA bahkan lebih penting karena saya ingin mendapatkan gelar tersebut,” tambahnya.

Hingga Ingin Buktikan Kemampuannya di Chelsea Musim Ini

Eden-Hazard-Chelsea

selebrasi Hazard ketika dia kembali ke peforma terbaiknya di Chelsea

Eden Hazard yang bermain di posisi Gelandang Chelsea, telah mengatakan akan terus bekerja keras untuk bisa mengembalikan performa terbaiknya sekaligus membayar penampilan terburuknya di musim 2015-2016. Dia berpikir saat bermain di musim lalu, permainannya didalam lapangan seperti hantu.

Ketika itu, Eden Hazard mengalami kesulitan bermain bersama The Blues. Sebuah catatan yang sudah ada, sebanyak 38 laga di Liga Primer musim 2015-2016, pemain berusia 26 tahun itu sudah tampil sebanyak 31 kali pertandingan yang diantaranya enam kali sebagai pemeran pengganti dan mengemas empat gol serta empat assist kala itu.

Dengan adanya catatan itu pada musim lalu merupakan hal terburuk baginya dibandingkan pada musim sebelumnya. Pada musim 2014-2015, Hazard merupakan pemain yang diandalkan bagi tim dan juga bermain sebagai starter di 38 laga bersama The Blues dan memberikan 14 gol dan juga 10 assist.

Pada musim 2014-2015 Chelsea keluar sebagai peraih juara di Liga Inggris, serta gelandang tersebut meraih penghargaan dari pihak klub yang dinamakan Professional Footballers’ Association Player of the Year, dan termasuk juga Football Writers Association Footballer of the Year. Dan juga Hazard membantu Chelsea di ajang Premier League .

“Ketika itu saya dinobatkan menjadi pemain terbaik (2014-2015), namun saya merasa seperti hantu saat itu. Saya ingin menunjukkan kembali kalau saya layak menjadi pemain terbaik dan mengangkat trofi,” ucap Eden Hazard.

Hazard yang terus meningkat kinerjanya musim ini sukses merebut tempatnya di skuad utama yang selama 19 laga mebantu Chelsea musim ini dan menyumbang sembilan gol dan dua assist. Pemain asal Belgia itu sangat berharap dengan kembali performanya saat ini akan terulang kesuksesanya ketika dua musim yang sudah berlalu.

“Gelar liga merupakan sebuah ajang  yang begitu penting, dan juga Piala FA karena itu saya ingin sekali meraihnya,”  tambah gelandang Chelsea.

 

Conte: Kemenangan Spurs Karena Mauricio Pochettino

Mauricio Pochettino

Chelsea yang ditangani oleh pelatih asal Italia,  Antonio Conte mengakui bahwa Tottenham Hotspur akan menjadi salah satu pesaing mereka yang kuat di kompetisi Permier League musim 2016-2017 berkat didikan dari Mauricio Pochettino. Dinilainya, pelatih berusia 44 tahun itu telah membangunkan kekuatan tim yang berjulukThe Lily Whites sekarang ini.

Conte beranggapan bahwa Pochettino merupakan salah satu sosok pelatih yang mampu menghentikan langkah Chelsea dalam persaingan gelar Liga Domestik. Bermain dengan mengandalkan pemain muda mereka, Pochettino berhasil meracik skuadnya berkat bakat melatih.

Tottenham Bisa Menjadi Pesaing Gelar Juara Musim Ini

Mauricio Pochettino

Ekspresi Pochettino saat tim asuhannya meraih kemenangan dalam sebuah pertandingan yang mereka jalani

Di klasemen sementara musim 2016-2017 ajang Liga Inggris, Chelsea berada di puncak teratas tabel, namun mereka tetap wasapada dengan Tottenham. Meski tim asuhan Conte sudah bermain sebanyak 13 pertandingan yang mereka jalani, terus menunjukkan kehebatan timnya yang sukses kemenangan.

“Chelsea dan Tottenham memiliki persamaan karena kami menjalani kompetisi ini dengan luar biasa, yang mampu memenangkan 13 kali secara beruntun. Saya menilai bahwa Tottenham merupakan tim yang tangguh. Dimana mereka memiliki salah satu sosok pelatih terbaik yang ada di dunia,” ucap Antonio Conte kepada media.

Tottenham Hotspurs yang saat ini berada di posisi ketiga di kompetisi Premier musim 2016-2017 yang hanya berselisih tujuan poin dari pemuncak klasemen. Meski Chelsea memiliki ambisi untuk bisa menyabet gelar juara, namun target realistis dari Tottenham adalah bisa menengakhiri musim di empat besar musim ini.

Conte Akui Kehebatan Tim Asuhan Mauricio Pochettino

mauricio-pochettino-tottenham-hotspurs

pochettino yang sedang mengarahkan tim asuhannya untuk bermain dengan baik dan disiplin

 

Pelatih Chelsea yang ditangani oleh Antonio Conte memberikan pujian atas  permainan yang berkualitas dintunjukkan kepada Tottenham Hotspur yang sukses menumbangkan tim asuhannya di stadion White Hart Lane pada hari Rabu lalu. Bagi Conte saat ini, Tottenham Hotspur merupakan pesaing terberat timnya untuk bisa menyabet gelar Liga Inggris.

“Kami sadar kekalahan bisa terjadi kapanpun bahkan sebelum laga berlangsung. Namun, saya rasa pertandingan imbang dan tim lawan mampu mencetak dua gol itu merupakan permainan terbaik yang kami tunjukkan,” ucap Conte setelah bertanding.

“Kami memang sedikit memiliki rasa kecewa, kemenangan yang selama ini kami raih harus terhenti. Meski begitu, Tottenham merupakan sebuah tim yang baik, tangguh dan untuk saat ini mereka telah menjadi pesaing dalam gelar juara Premier League. Dimana mereka pada musim lalu, telah mendominasi sebagai tim juara dan termasuk di musim ini.”

“Ketika kami harus kejebolan dua gol, maka yang harus kami lakukan adalah meningkatkan kualitas permainan lebih baik. Tetapi, kami masih menduduki di puncak Liga Domestik karena hasil kerja keras dan semangat tim. Sulit untuk berkompetisi di sini dan hal terpenting  adalah terus melakukan pekerjaan dengan giat,” tambah pelatih berusia 47 tahun.

Chelsea yang memiliki catatan 13 kemenangan berturut-turut harus berhenti usai dikalahkan oleh Tottenham Hospurs dengan skor akhir 0 – 2. Dalam kemenangan tersebut Delle Alli sukses mencetak dua gol bagi The Lilywhites di babak pertama tambahan dan menit ke-54 yang memastikan timnya menang.

Kekalahan Chelsea tidak berpengaruh untuk menggesernya dari klasemen,  dengan torehan 49 poin yang dimiliki oleh mereka dalam 20 laga. Tetapi, Chelsea terasa terancam saat ini berselisih lima poin dibawah mereka yaitu Liverpool menduduki peringkat kedua.

Dengan kemenangan kemarin, Tottenham Hotspur berada di posisi ketiga dengan mengumpulkan 42 poin, yang sama dengan Manchester City.