Hazard: Saya Seperti Hantu musim lalu

Eden Hazard

Eden Hazard memberikan pengakuan bahwa dia adalah sosok seperti hantu selama kompetisi yang sulit bersama Chelsea di 2015-16. Dan ingin mengembalikan peforma sekaligus reputasinya di musim ini.

Pemain kebangsaan Belgia itu mendapatkan gelar Pesepakbola Profesional ‘Association Player of the Year dan bernama Football Writers’ Association Footballer of the Year ketika itu dibawah kepemimpinan Jose Mourinho yang menyandang dua gelar musim lalu.

Hazard Siap Unjuk Kualitas Musim Ini di Chelsea

Eden Hazard

Hazard yang memberikan salam jempol kepada fans Chelsea, dimana dirinya akan digantikan oleh pemain lain di sebuah laga.

Akan tetapi, kinerja Hazard kemudian menurun drastis di masa lalu dan dia tidak bisa mencetak gol di Liga Premier hingga April tahun lalu, sekaligus pemecetan Mourinho dari Stamford Bridge yang hanya sampai 16 pertandingan yang berada di peringkat ke-10 klasemen Liga Inggris.

Namun, pemain berusia 26 tahun itu telah kembali menunjukkan kualitas terbaiknya yang dimiliki saat ini  di The Blues yang di tangani oleh Antonio Conte dan dia bertekad untuk merebut kembali posisinya untuk bermain terus menerus di tiap pertandingannya sebagai starter.

“Dua tahun yang lalu saya merupakan pemain yang terbaik, namun ketika musim lalu saya merasa seperti hantu,” ujarnya kepada media. “Saya berharap bisa kembali ke peforma terbaik lagi dan memenangkan gelar kembali.”

Hazard, yang dicadangkan ketika timnya bermain dalam kemenangan Piala FA dengan hasil 4-1 atas Peterborough pada hari Minggu, memiliki terkad untuk bisa mencapai final di Wembley dalam melengkapi koleksi medali di Inggris.

“Liga ini sangat penting, tetapi Piala FA bahkan lebih penting karena saya ingin mendapatkan gelar tersebut,” tambahnya.

Hingga Ingin Buktikan Kemampuannya di Chelsea Musim Ini

Eden-Hazard-Chelsea

selebrasi Hazard ketika dia kembali ke peforma terbaiknya di Chelsea

Eden Hazard yang bermain di posisi Gelandang Chelsea, telah mengatakan akan terus bekerja keras untuk bisa mengembalikan performa terbaiknya sekaligus membayar penampilan terburuknya di musim 2015-2016. Dia berpikir saat bermain di musim lalu, permainannya didalam lapangan seperti hantu.

Ketika itu, Eden Hazard mengalami kesulitan bermain bersama The Blues. Sebuah catatan yang sudah ada, sebanyak 38 laga di Liga Primer musim 2015-2016, pemain berusia 26 tahun itu sudah tampil sebanyak 31 kali pertandingan yang diantaranya enam kali sebagai pemeran pengganti dan mengemas empat gol serta empat assist kala itu.

Dengan adanya catatan itu pada musim lalu merupakan hal terburuk baginya dibandingkan pada musim sebelumnya. Pada musim 2014-2015, Hazard merupakan pemain yang diandalkan bagi tim dan juga bermain sebagai starter di 38 laga bersama The Blues dan memberikan 14 gol dan juga 10 assist.

Pada musim 2014-2015 Chelsea keluar sebagai peraih juara di Liga Inggris, serta gelandang tersebut meraih penghargaan dari pihak klub yang dinamakan Professional Footballers’ Association Player of the Year, dan termasuk juga Football Writers Association Footballer of the Year. Dan juga Hazard membantu Chelsea di ajang Premier League .

“Ketika itu saya dinobatkan menjadi pemain terbaik (2014-2015), namun saya merasa seperti hantu saat itu. Saya ingin menunjukkan kembali kalau saya layak menjadi pemain terbaik dan mengangkat trofi,” ucap Eden Hazard.

Hazard yang terus meningkat kinerjanya musim ini sukses merebut tempatnya di skuad utama yang selama 19 laga mebantu Chelsea musim ini dan menyumbang sembilan gol dan dua assist. Pemain asal Belgia itu sangat berharap dengan kembali performanya saat ini akan terulang kesuksesanya ketika dua musim yang sudah berlalu.

“Gelar liga merupakan sebuah ajang  yang begitu penting, dan juga Piala FA karena itu saya ingin sekali meraihnya,”  tambah gelandang Chelsea.

 

Conte: Kemenangan Spurs Karena Mauricio Pochettino

Mauricio Pochettino

Chelsea yang ditangani oleh pelatih asal Italia,  Antonio Conte mengakui bahwa Tottenham Hotspur akan menjadi salah satu pesaing mereka yang kuat di kompetisi Permier League musim 2016-2017 berkat didikan dari Mauricio Pochettino. Dinilainya, pelatih berusia 44 tahun itu telah membangunkan kekuatan tim yang berjulukThe Lily Whites sekarang ini.

Conte beranggapan bahwa Pochettino merupakan salah satu sosok pelatih yang mampu menghentikan langkah Chelsea dalam persaingan gelar Liga Domestik. Bermain dengan mengandalkan pemain muda mereka, Pochettino berhasil meracik skuadnya berkat bakat melatih.

Tottenham Bisa Menjadi Pesaing Gelar Juara Musim Ini

Mauricio Pochettino

Ekspresi Pochettino saat tim asuhannya meraih kemenangan dalam sebuah pertandingan yang mereka jalani

Di klasemen sementara musim 2016-2017 ajang Liga Inggris, Chelsea berada di puncak teratas tabel, namun mereka tetap wasapada dengan Tottenham. Meski tim asuhan Conte sudah bermain sebanyak 13 pertandingan yang mereka jalani, terus menunjukkan kehebatan timnya yang sukses kemenangan.

“Chelsea dan Tottenham memiliki persamaan karena kami menjalani kompetisi ini dengan luar biasa, yang mampu memenangkan 13 kali secara beruntun. Saya menilai bahwa Tottenham merupakan tim yang tangguh. Dimana mereka memiliki salah satu sosok pelatih terbaik yang ada di dunia,” ucap Antonio Conte kepada media.

Tottenham Hotspurs yang saat ini berada di posisi ketiga di kompetisi Premier musim 2016-2017 yang hanya berselisih tujuan poin dari pemuncak klasemen. Meski Chelsea memiliki ambisi untuk bisa menyabet gelar juara, namun target realistis dari Tottenham adalah bisa menengakhiri musim di empat besar musim ini.

Conte Akui Kehebatan Tim Asuhan Mauricio Pochettino

mauricio-pochettino-tottenham-hotspurs

pochettino yang sedang mengarahkan tim asuhannya untuk bermain dengan baik dan disiplin

 

Pelatih Chelsea yang ditangani oleh Antonio Conte memberikan pujian atas  permainan yang berkualitas dintunjukkan kepada Tottenham Hotspur yang sukses menumbangkan tim asuhannya di stadion White Hart Lane pada hari Rabu lalu. Bagi Conte saat ini, Tottenham Hotspur merupakan pesaing terberat timnya untuk bisa menyabet gelar Liga Inggris.

“Kami sadar kekalahan bisa terjadi kapanpun bahkan sebelum laga berlangsung. Namun, saya rasa pertandingan imbang dan tim lawan mampu mencetak dua gol itu merupakan permainan terbaik yang kami tunjukkan,” ucap Conte setelah bertanding.

“Kami memang sedikit memiliki rasa kecewa, kemenangan yang selama ini kami raih harus terhenti. Meski begitu, Tottenham merupakan sebuah tim yang baik, tangguh dan untuk saat ini mereka telah menjadi pesaing dalam gelar juara Premier League. Dimana mereka pada musim lalu, telah mendominasi sebagai tim juara dan termasuk di musim ini.”

“Ketika kami harus kejebolan dua gol, maka yang harus kami lakukan adalah meningkatkan kualitas permainan lebih baik. Tetapi, kami masih menduduki di puncak Liga Domestik karena hasil kerja keras dan semangat tim. Sulit untuk berkompetisi di sini dan hal terpenting  adalah terus melakukan pekerjaan dengan giat,” tambah pelatih berusia 47 tahun.

Chelsea yang memiliki catatan 13 kemenangan berturut-turut harus berhenti usai dikalahkan oleh Tottenham Hospurs dengan skor akhir 0 – 2. Dalam kemenangan tersebut Delle Alli sukses mencetak dua gol bagi The Lilywhites di babak pertama tambahan dan menit ke-54 yang memastikan timnya menang.

Kekalahan Chelsea tidak berpengaruh untuk menggesernya dari klasemen,  dengan torehan 49 poin yang dimiliki oleh mereka dalam 20 laga. Tetapi, Chelsea terasa terancam saat ini berselisih lima poin dibawah mereka yaitu Liverpool menduduki peringkat kedua.

Dengan kemenangan kemarin, Tottenham Hotspur berada di posisi ketiga dengan mengumpulkan 42 poin, yang sama dengan Manchester City.