Verratti Berharap Neymar ke Paris Saint Germain

neymar

Marco Verratti telah mengatakan jika dirinya berharap Neymar bisa bergabung bersama Paris Saint-Germain. Gelandang tersebut menilai, penyerang yang saat ini membela Barcelona itu memiliki masa depan yang baik.

Sempat terdengar kabar, Neymar telah membicarakan kesepakatan dengan PSG ketika awal musim depan. Namun, rumor yang beredar itu menguap usai pemain berusia 25 tahun menandatangani kesepakatan kontrak barunya dengan Barcelona sampai 30 Juni 2021.

neymar

neymar yang tidak menerima kepurusan wasit

Ungkapan Verratti Kepada Neymar

“Jika memang diberikan kesempatan untuk memasukkan satu nama pemain untuk menambah kekuatan di skuat timnya, pastinya saya akan mengajak Neymar. Dia (Neymar) masih muda, bermain dengan sangat mengesankan membela Barcelona, dan ketika menumbangkan PSG,” ucap Verratti.

“Neymar terus menunjukkan perkembangan dalam permainannya dan karirnya musim ini. Saya melihat dia selevel dengan Lionel Messi. Usianya pun kurang lebih seperti saya dan akan terus meningkat sebagai pemain masa depan,” tambah Verratti.

Penampilan yang begitu gemilang Neymar, salah satunya adalah ketika Barcelona berhasil menyingkir PSG dari kompetisi Liga Champions dengan agregat 6-5. Dimana sang pemain berdarah Brasil itu membantu timnya dalam empat gol (dua gol dan dua assist) yang totalnya enam gol diperoleh Blaugrana.

Di musim ini, Neymar telah membantu timnya dengan baik dan tampil konsisten di tiap pertandingan. Sepanjang musim 2016-2017, dia sudah tercatat mencetak 15 gol dan 24 assist dari 38 laga di semua ajang bersama Barcelona. Yang mana tim raksasa Spanyol itu berada di posisi kedua dengan mengkoleksi 69 poin dalam 30 pertandingan.

Marco Verratti Meminta Neymar Bergabung Dengan Paris-Saint Germain

Marco Verratti

veratti yang sedang membawa bola

Pemain Paris Saint-Germain yang bernama Marco Verratti menungkapkan jika dirinya diberikan kesempatan untuk memlih salah satu pemain untuk bergabung dengan klub juara Ligue 1, dia akan menyebutkan bintang Barcelona, Neymar.

Terdapat di sebuah situs yang mengatakan, Verratti begitu memuji Neymar dalam pertandingan di Liga Champions ketika Neymar membantu timnya meraih kemenangan dengan skor 6-5. Dan dia pun juga mengungkapkan pemian Brasil itu memiliki level yang sama dengan Lionel Messi.

“Dia benar-benar sangat gemilang dalam penampilannya bersama Barcelona,” ucap pemain kebangsaan Italia.

“Di musim ini, dia telah menunjungkan perkembangan yang begitu drastis dalam permainannya. Dia pun sudah setara dengan rekan setimnya, Messi. Dan dia bisa menjadi salah satu pemain terbaik di dunia di masa depan.”

Verrati yang berusia 24 tahun itu, telah mengatakan kekalahannya di Camp Nou dalam ajang Liga Champions, dimana timnya dikalahkan dengan telak skor akhir 6-1. Dan yang membuatnya terkesan ketika Neymar yang membela timnya begitu luar biasa di dalam lapangan.

“Pastinya tidak ada yang mengharapkan hasil seperti itu,” tambahnya. “Saya benar-benar kecewa ketika bermain melawan Barca di Liga Champions kemarin, karena itu bukan yang ingin kami tunjukkan dalam permainan sepakbola. Kami hanya mencari sebuah peluang dan bertahan serta menunggu waktu untuk bisa mendapatkan hasil terbaik.”

“Saya bisa menerima kekalahan 4-0 dengan banyak peluang yang tercipta daripada harus menerima kekalahan 6-1.”

“Di babak kedua, mereka tidak banyak peluang. Meski kami sadar jami sudah kalah 6-1, anda pun tidak dapat mengatakan dengan banyak usai kami dikalahkan dengan Barcelona.”

“Itulah sepak bola. Akan ada kesempatan yang lain di pertandingan berikutnya.”

Verratti pun mendapatkan pertanyaan, mengenai rekan setimnya di PSG yang mengesankan : “Mungkin tidak terpikir dengan anda, jika saya disuruh memilih salah satu pemain PSG yang mengesankan, itu adalah Maxwell. Dia merupakan pemian yang luar biasa, baik di dalam ataupun di luar lapangan dan juga pribadinya.”

 

Cavani Ingin Menetap Bersama PSG

Edinson-Cavani

Striker Paris Saint-Germain, Edinson Cavani mengatakan bahwa dirinya memiliki niat untuk memperpanjang kontrak bersama tim juara Ligue 1.

Cavani yang tampil dengan gemilang musim ini, tercatat sudah mencetak 24 gol dalam 25 pertandingan bersama PSG, meskipun bintang asal Uruguay itu merasa kecewa ketika diganti saat laga melawan Renners  dalam kemenangan 1-0 pada hari Sabtu.

Cavani Siap Tandatangani Kontrak Jika Diberikan Tawaran

Edinson-Cavani

Cavani yang berselebrasi usai mencetak gol untuk PSG

Pelatih kepala Unai Emery menaggapi respon tersebut bahwa itu normal. Meski begitu pemain berusia 29 tahun itu masih merasa senang bisa bermain bersama klubnya saat ini, bahkan dirinya memiliki niat untuk memperpanjang kontrak di PSG.

Kontrak Cavani akan berakhir pada tahun 2018, jika dirinya menandatangani kontrak yang akan diberikan oleh pihak klub maka dia akan meneruskan masa baktinya bersama klub Paris itu hingga 2021.

“Saya baik-baik saja,” ucapnya.

“Namun bukanlah hal yang membuat menarik perhatian saya. Bagi saya yang menarik untuk saat ini adalah bahwa PSG kembali meraih kemenangan dan menjuarai Liga.”

“Saya ingin terus berada di Paris. Di sini saya bisa menunjukkan permainan terbaik saya dan saya benar-benar bahagia di kota ini. Jadi, bagi saya semua situasi untuk perpanjangan kontrak akan saya lakukan. Saya telah melakukan pembicaraan dengan presiden klub dan saya berkeinginan hal itu benar-benar terjadi.”

Mantan pemain Napoli itu memang menyukai perubahan gaya permainan dari Emery sejak menggantikan Laurent Blanc di bangku kepelatihan.

“Kami melakukan banyak hal dengan sangat baik,” tambahnya. “Ada beberapa hal yang bisa kita tingkatkan, tapi itu adalah PSG yang lebih dinamis, lebih menaklukkan dibanding musim lalu.”

Cavani akan terus memberikan yang terbaik untuk tim yang dibelanya saat ini, meski PSG tengah berada di peringkat ketiga dalam kompetisi Ligue 1.

Cavani Berharap Diberikan Perpanjangan Kontrak di PSG

Edinson-Cavani-PSG

Cavani yang sedang melakukan selebrasi setelah memberikan gol untuk PSG

Penyerang kebangsaan Uruguay, Edinson Cavani telah menyatakan jika dia akan memperpanjang kontrak bersama klub asal Perancis, Paris Saint-Germain.

Jika itu memang terjadi, maka Cavani akan diberikan kontrak baru yang berdurasi hingga  Juni tahun 2020. Yang sebelumnya Thiago Silva terlebih dahulu menandatangani perpanjangan kontrak dengan Parc des Princes.

Striker yang kini berumur 29 tahun itu di musim ini bermain dengan sangat gemilang bersama tim juara Ligue 1, Tercatat dia tengah mengumpulkan 18 gol dalam 18 pertandingan di level tertinggi,  dan dia sukses memberikan enam gol dari enam laga dalam ajang bergengsi Liga Champions.

Cavani yang  mengatakan kepada media: “Catatan saya memang baik. Akan tetapi saya tidak memikirkan hal itu. Yang menurut saya saat ini penting adalah PSG mampu meraih menang dan kembali menjuarai.”

“Saya memiliki niat untuk terus bersama PSG. Bermain disini saya dan saya sudah terlanjur mencintai kota ini, maka menurut saya semua situasi ini kemungkinan segera perpanjang kontrak.”

“Saya sempat melakuakan perbincangan langsung dengan presiden dan saya benar-benar ingin menandatangani kontrak baru untuk segera terwujud.”

Cavani akan terus berjuang untuk meraih gelar juara kembali bersama Paris Saint Germain, meski musim ini tim yang dibelanya berada di peringkat ketiga klasemen sementara di kompetisi Ligue 1 dalam persaingan gelar juara.

Dengan hal-hal tersebut Cavani dikabarkan sudah tidak sabar untuk menandatangani kontrak baru, sekaligus menyusul Thiago Silva yang berkomitmen terlebih dahulu.

“Saya akan terus berusaha dengan kemampuan yang saya miliki untuk bisa meraihnya kembali bersama PSG.”

 

Dorgba Mengisyaratkan Pulang Kembali ke Marseille

Didier Drogba

Didier Drogba mengatakan jika dirinya berkeinginan untuk bisa kembali ke Marseille dan menerima tawaran untuk bergabung dengan klub asal Ligue 1 tersebut.

Pemain berusia 38 tahun itu,  bebas agen setelah meninggalkan Montreal Impact dan dia pun juga dikaitkan atas kepindahannya ke Chelsea sebagai asissten pelatih.

Drogba Tidak Berniat Pensiun

Didier Drogba

selebrasi Drogba setelah mencetak gol, saat bermain di Chelsea

Namun Drogba, telah menegaskan bahwa dia tidak ingin gantung sepatu, yang mengisyaratkan kembali ke mantan klubnya, di mana dia pernah mencetak 32 gol dalam satu musim sebelum pindah ke Stamford Bridge pada tahun 2004.

“Saya memikiki pilihan untuk bisa bermain di Perancis, sebelum saya memberikan penolakkan,” ujar striker, yang telah menyatakan minat akan kembali ke Marseille yang sempat berkarir disana, kepada media.

“Saya berharap untuk bisa memenuhi janji saya suatu hari untuk berada di Marseille kembali. Anda membutuhkan waktu luang untuk duduk dan berbicara mengenai hal tersebut.”

“Saya akan kembali ke Marseille? Itu merupakan pertanyaan yang ternyiang dipikiran saya sejak 12 tahun hingga kini. Saya selalu menjawabnya setiap kali orang-orang yang mengatakan kepada saya.”

“Tetapi anda membiarkan pemain pergi, dia membuat hidup saya menajdi baik secara finansial lebih dari itu, dan sekarang anda ingin dia kembali dan membagi gajinya. Dan setelah itu, anda mengatakan dia tidak suka Marseille. Siapa yang bekerja untuk mendapatkannya? Tidak ada.”

“Saya memiliki keinginan untuk kembali, tapi sebagai pemain. Saya bahkan sudah melakukan apa yang saya lakukan untuk bisa mencapainya. Tetapi, saya tidak mengambil keputusan begitu saja untuk bisa kembali disana.”

“Saya ingin terus tampil di tiap pertandingan. Saya masih memiliki kedua kaki dan saya layaknya anak kecil yang ingin bermain bola. meski Lutut saya mendapat sedikit masalah, namun saya merasa baik. Mengapa saya harus berhenti?”

Perjalanan Drogba Saat di Marseille

Didier-Drogba

gaya Drogba seteleh membuat gol untk Galatasaray

Meski Dorgba bermain selama semusim bersama Marseille, namun dia begitu peran selama karirnya disana. Karena, Pemain tersebut tampil gemilang di klub asal Ligue 1 tersebut. Itulah peluang Drogba untuk bisa memakai jersey Chelsea kala itu.

Ketertarikan The Blues mendatangkan Drogba, karena pemain itu telah menghasilkan 31 gol dari 53 laga di tahun 2003/2004. Lalu, Drogba berkarir di Chelsea dalam kurun waktu yang cukup lama pada tahun 2004/2012.

Setelah dirinya hengkang dari Chelsea, Drogba kemudian bermain untuk klub asal Tiangkok bersama klub Shanghai Shenhua pada tahun 2012 sampai 2013, dan melanjuti karirnya ke Galatasaray di tahun 2013/2014.

Dan kembali ke Chelsea pada musim 2014/2015. Kontrak yang habis dan tidak diperpanjang oleh pihak The Blues, Drogba menerima tawaran yang diberikan oleh Montreal Impact.

Selama berkarir di Major League Soccer (MLS), saat ini dia tidak bermain di klub manapun usai kontraknya tidak diperpanjang.

Dengan hal tersebut, Marseille berpeluang untuk mendapatkan jasa Drogba, yang pernah berkarir, sebelumnya dirinya bermain di Chelsea.

Meski diusianya yang sudah tidak muda, Drogba masih ingin terus bermain dan menkankan jika dirinya tidak ingin gantung sepatu. Dengan tekad yang dimiliki dia harus membuktikan kualitasnya untuk bisa kembali ke mantan klubnya Marseille.

Drogba akan memberikan kemampuan yang dimilikinya untuk bisa memabntu tim yang dibelanya, jika musim ini sang pemain diberikan tawaran kembali dengan klub lamanya, maka dia akan segera menerima klub tersebut.

Untuk bisa mencetak banyak gol diumurnya saat ini, memang sulit untuk Drogba. Namun, dia harus optimis untuk bisa kembali mencetak gol untuk tim yang dibelanya nanti.

Subasic Mengetahui Masalah Yang Ada di PSG

Zlatan Ibrahimovic

Danijel Subasic yang merupakan kiper Monaco telah mengakui perbedaan masalah yang ada di Paris Saint-Germain dari masa lalu dan tim musim ini sangat  jelas, kerena tidak adanya sosok Zlatan Ibrahimovic.

Dengan adanya Ibrahimovic sebagai ujung tombak mereka, PSG mampu memenangkan gelar selama empat musim terakhir, namun pemian itu lebih memilih untuk bermain bersama Manchester United yang bertepatan dengan perjuangan mereka di musim 2016-17.

Inilah Masalah Yang Terjadi di PSG

Zlatan Ibrahimovic

Ibra yang terus menujukkan perkembangnannya di Manchester United mampu memberikan sebuah gol

Pada separuh musim ini tim asuhan Unai Emery menduduki peringkat ketiga, yang berselisih lima poin di belakang OGC Nice yang berada di puncak klasemen sementara dan tiga  tim ini terus bersaing untuk bisa meraih gelar Ligue 1 termasuk dengan tim Subasic saat ini.

Dan pemain tim nasional Kroasia itu mengatakan akhir musim ini Paris memiliki masalah yang berdampak buruk.

“Akan ada kejadian apa di PSG? Tidak ada Ibra, tidak ada pesta!” ujar kiper tersebut kepada media sambil tertawa.

“Anda tidak harus bisa menjadi seperti dia, yang mampu mencetak 30 gol dan 15 assist ditiap musimnya, yang  Anda harus lakukannya adalah menghormatinya.”

“Pada musim lalu  PSG mengakhiri kompetisi dengan mengemas 30 poin di depan kami dan berharap jika Ibra dapat bermain bersama kami, maka Monaco bisa menjuarai Liga.”

Tim yang saat ini berada di puncak teratas klasemen memiliki striker kontroversial Mario Balotelli yang terus menunjukkan perkembangannya, dengan mengumpulkan delapan gol dari sembilan pertandingan telah membantu timnya menduduki peringkat teratas, namun Subasic menertawakan pemain Italia itu yang tidak bisa layaknya Ibrahimovic.

“Apakah Balotelli merupakan Nice dari Zlatan? Itu takkan pernah terjadi, apalagi mendekati. Dia merupakan sosok pemain yang hebat, akan tetapi tidak bisa disamakan dengan Ibra,” kata Subasic.

Emery Mempertimbangkan Masa Depan Jese di PSG

Jese Rodriguez

Jese Rodriguez yang di kasih kesempatan bermain oleh pelatih PSG

Unai Emery sebagai pelatih di Paris Saint-Germain telah mengatakan bahwa kemungkinkan Jese Rodriguez akan meninggalkan klub, yang kabarnya dia akan ke klub kota kelahirannya bersama Las Palmas.

Mantan penyerang Real Madrid,  Jese yang bergabung dengan tim juara Perancis dengan biaya sebersar € 25 juta dan menandatangani kontrak selama lima tahun pada bulan Agustus, tetapi tidak pernah mendapatkan waktu bermain dengan lama di bawah Emery.

Pemain yang saat ini berumur 23 tahun tersebut baru memulai satu pertandingan di Ligue 1, dan bermain sebanyak delapan kali meski hanya menjadi pemain pengganti dan telah menyumbangkan satu gol untuk klubnya.

Selain klub asal kelhairannya, Jese juga telah dikaitkan dengan Liverpool dan Roma, dan Emery baru menyadari kepindahannya ke PSG belum bisa menunjukkan apapun seperti yang diinginkan pelatih.

“Jese ingin bermain. Ketika dia saya memasukkan dia kedalam skuad , saya merasa senang karena dia mampu bekerja dengan sangat baik dan bisa memberikan pengaruh postif kepada tim,” ujar Emery kepada media.

“Namun sulit baginya untuk mendapatkan waktu bermain terus-menerus yang memberinya rasa percaya diri.”

“Maka kami sudah membicarakan semua itu dan kami akan menganalisisnya kembali usai liburan, semua itu untuk bisa menjadi yang terbaik untuk tim dan juga baginya, mengingat apa yang akan membantu dia dapat terwujud sebagai pemain sepakbola.”

PSG yang mendarangkannya dari Julian Draxler ternyata tidak sesuai yang diharapkan oleh klub, karena Jese untuk bermain di skuad utama masih diragukan dan, berbicara pada bulan lalu, CEO Nasser Al-Khelaifi menunjukkan kesediaan untuk memungkinkan dia hengkang dari klub.

Al-Khelafi mengatakan kepada Le Parisien: “Emery mengatakan kepada saya sesuatu yang sangat benar yang juga menjadi bagian dari pikiran saya.”

“Dia berkata, ketika terjadi kesalahan, lebih baik untuk mencoba untuk memperbaikinya daripada mencoba untuk hidup dengan itu.”

“Jadi, jika kita telah membuat kesalahan, kami akan mencoba untuk memperbaikinya. Jadi pintu tidak akan tertutup.”